thumbnail

Bekraf Sosialisasikan Permodalan Non Perbankan kepada Pelaku Ekraf

06 Maret 2019 : 22:05:29

Setelah Kota Bandung dan Pati, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali mengadakan acara Bekraf Venture di Kota Surabaya, Jawa Timur pada Kamis 28 Februari 2019. Acara kali ini bertajuk Bekraf Venture: Peningkatan Kesiapan Akses Fasilitas Permodalan Non Perbankan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif.

Bekraf Venture diselenggarakan di Hotel Wyndham Surabaya, Jalan Basuki Rahmat No. 67 – 73, Surabaya, Jawa Timur. Menyasar para pelaku ekonomi kreatif di Kota Surabaya, Bekraf memberi wawasan mengenai cara menangani kendala di lapangan saat menjalankan usaha, terutama masalah akses permodalan.

Selain bank, banyak sumber dana lainnya yang bisa dipakai untuk modal usaha. Sumber permodalan dari investor dan lembaga non perbankan lainnya dapat menjadi alternative pendanaan untuk berbagai keperluan pengembangan bisnis. Hal inilah yang menjadi topik utama Bekraf untuk disosialisasikan kepada para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Surabaya.
Menghadirkan pembicara antara lain,  Fadjar Hutomo selaku Deputi Akses Permodalan, Anggota Komisi X DPR RI Arzeti Bilbina, Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Syaifullah, Owner Hasmoro Group Lucky Hasmoro, Dirut PT. Sarana Jatim Ventura Noor Alim Fardianto, serta Herwanto S. Prabowo selaku Kasubdit Modal Ventura Bekraf.

Dengan target peserta mencapai 100 orang, Bekraf Venture bisa menjadi sumber wawasan para pelaku ekraf yang memerlukan kesiapan dalam mengajukan usulan kebutuhan permodalan sesuai dengan tahapannya. Melalui Bekraf Venture, Bekraf memberikan dukungan akses fasilitas kepada sumber permodalan non perbankan, akses mentoring/coaching, akses jejaring kegiatan startup, ekrafpreneur atau pelaku usaha ekonomi kreatif.

Anggota Komisi X DPR RI Arzeti Bilbina mengatakan, melalui Bekraf Venture, Bekraf memberikan dukungan akses fasilitas kepada sumber permodalan non perbankan, akses mentoring/coaching, akses jejaring kegiatan startup, ekrafpreneur atau pelaku usaha ekonomi kreatif. Edukasi pembahasan mengenai cara presentasi dan penyusunan proposal bagi pelaku usaha ekonomi kreatif untuk mendapatkan akses permodalan non perbankan.

” Untuk semua pelaku Bekraf, target komisi 10 bisa sampai ke daerah, Harapannya semakin meningkat dari semua sektor. Untuk masyarakat Indonesia yang lebih baik. Dengan adanya bekraf bisa mengembangkan kreatifitas para pelaku usaha mikro kecil dan menengah,” pungkasnya.

RELATED POSTS