thumbnail

Saran Arzeti Bilbina untuk Olahraga Judo dan Jilbab

10 Oktober 2018 : 22:30:42

Mundurnya Miftahul Jannah, atlet blind Judo asal Aceh di pentas Asian Para Games 2018 sempat menjadi sorotan publik. Mifta seharusnya tampil dalam laga perdananya melawan wakil Mongolia, Gantulga Oyun dalam kelas 52 kilogram di Ji Expo, Kemayoran Jakarta Pusat, Senin, 8 Oktober 2018.

Miftahul Jannah terpaksa didiskualifikasi oleh wasit yang menganut pada aturan pertandingan yang melarang atlet mengenakan jilbab dengan alasan keselamatan si atlet sendiri dan juga federasi olahraga tersebut. Hal ini menjadi sorotan dan perbincangan banyak orang.

Salah satu yang memperhatikan perhelatan Asian Para Games 2018 adalah artis yang juga anggota DPR RI Komisi X yang juga membidani pemuda dan olahraga, Arzeti Bilbina. Arzeti prihatin dengan adanya diskualifikasi yang dialami Mifta. Namun ia juga bersimpati dengan sikap Mifta yang tetap berpegang teguh menjalani syariat Islam dengan mempertahankan jilbabnya.

“Saya rasa perlu adanya komunikasi dan sosialisasi lebih lanjut mengenai regulasi atau aturan atlet berhijab dengan Judo. Dari pandangan saya, ada 2 hal yang disikapi dari kejadian Miftahul Jannah yang di diskualifikasi. Pertama soal regulasi yakni aturan Federasi Judo yang melarang penggunaan jilbab saat bertanding dalam judo, karena akan terdapat pitingan dan rangkulan yang bisa membahayakan atlet berhijab,” ungkap Arzeti.

Sumber: viva.co.id 

RELATED POSTS